Pengertian STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics)


 

STEM

STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics)

STEM dalam konteks pendidikan mempunyai tujuan pendidikan STEM (STEM education) bagi semua siswa adalah menerapkan dan mempraktekan konten dasar dari STEM pada situasi yang mereka hadapi atau temukan dalam kehidupan, menjadi melek STEM (STEM literacy) (Rodger, W Bybee, 2013).

            Pendidikan STEM tidak bermakna hanya penguatan praktis pendidikan dalam bidang-bidang STEM secara terpisah, melainkan mengembangkan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan sains, teknonogi, enjiniring, dan matematika, dengan memfokuskan proses pendidikan pada pemecahan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari maupun kehidupan profesi (National STEM Education Center, 2014). Dalam konteks pendidikan dasar dan menengah, Pendidikan STEM bertujuan mengembangkan peserta didik yang melek STEM (Bybee, 2013), yang mempunyai:

1.      pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mengidentifikasi pertanyaan dan masalah dalam situasi kehidupannya, menjelaskan fenomena alam, mendesain, serta menarik kesimpulan berdasar bukti mengenai isu-isu terkait STEM;

2.      memahami karakteristik fitur-fitur disiplin STEM sebagai bentuk-bentuk pengetahuan, penyelidikan, serta desain yang digagas manusia;

3.      kesadaran bagaimana disiplin-disiplin STEM membentuk lingkungan material, intelektual dan kultural;

4.      kemauan terlibat dalam kajian isu-isu terkait STEM (misalnya efisiensi energi, kualitas lingkungan, keterbatasan sumberdaya alam) sebagai warga negara yang konstruktif, peduli, serta reflektif dengan menggunakan gagasan-gagasan sains, teknologi, enjiniring dan matematika.

            Pembelajaran STEM perlu menekankan beberapa aspek dalam proses pembelajaran (NRC, 2011) diantaranya:

1)      mengajukan pertanyaan (science) dan mendefinisikan masalah (engineering);

2)      mengembangkan dan menggunakan model;

3)      merencanakan dan melakukan investigasi;

4)      menganalisis dan menafsirkan data (mathematics);

5)      menggunakan matematika; teknologi informasi dan komputer; dan berpikir komputasi;

6)      membangun eksplanasi (science) dan merancang solusi (engineering);

7)      terlibat dalam argumen berdasarkan bukti;

8)       memperoleh, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan informasi.

 Definisi  Literasi STEM

1.      Sains (Science) Literasi sains: kemampuan dalam mengidentifikasi informasi ilmiah, lalu mengaplikasikannya dalam dunia nyata yang juga mempunyai peran dalam mencari solusi.

2.      Teknologi (Technology) Literasi teknologi: keterampilan dalam menggunakan berbagaiteknologi, belajar mengembangkan teknologi, menganalisis teknologi dapat mempengaruhi pemikiran siswa dan masyarakat.

3.      Teknik (Engeneering) Literasi desain: kemampuan dalam mengembangkan teknologi dengan desain yang lebih kreatif dan inovatif melalui penggabungan berbagai bidang keilmuan.

4.      Matematika (Mathematics) Literasi matematika: kemampuan dalam menganalisis dan menyampaikan gagasan, rumusan, menyelesaikan masalah secara matematik dalam pengaplikasiannya.

Pendekatan STEM

Roberts dan Cantu (2012) mengembangkan tiga pendekatan pembelajaran STEM yang dapat diterapkan, yaitu:

1.      Pendekatan Silo

Pendekatan ini menekankan pada kesempatan siswa untuk mendapatkan pengetahuan daripada keterampilan teknis. Melalui pendekatan silo memiliki beberapa karakteristik, diantaranya pembelajaran di dalam kelas hanya memberikan sedikit kesempatan siswa untuk aktif dan masih otoriter oleh guru. Pendekatan silo menekankan pada pengetahuan yang mendapatkan penilaian.

2.      Pendekatan Tertanam

Pendekatan ini menekankan pada penguasaan pengetahun melalui keadaan dunia nyata dan cara yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan dalam lingkup sosial, budaya, dan fungsional. Pendekatan ini mengutamakan integritas pada subjek dan menghubungkan materi yang diprioritaskan dengan materi pendukung atau materi tertanam.

3.      Pendekatan Terpadu

Pendekatan ini menekankan pada penggabungan berbagai bidang STEM dan menjadikannya satu subjek. Pendekatan ini menggabungkan berbagai konten lintas kurikuler seperti kemampuan berpikir kritis, penyelesaian masalah, dan informasi ilmiah yang menjadi suatu solusi dari suatu masalah melalui pengintegrasian materi yang diajarkan pada kelas dan waktu yang berbeda. Penggunaan pendekatan STEM mengintegrasikan beberapa multi disiplin ilmu yang disebut sebagai integrasi interdisipliner dan penggabungan beberapa mata pelajaran dalam waktu yang tidak sama disebut dengan integrasi multidisiplin. Pendekatan pembelajaran STEM ini mampu membangun daya berpikir siswa yang sangat dibutuhkan untuk menambah kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan melalui pengumpulan dan menganalisis berbagai permasalahan yang muncul, sehingganya dapat membantu siswa dalam menyiapkan keterampilannya dalam menuju dunia kerja.

PPKM | Ini Cara Anak Usia Dini Tetap Belajar Matematika

 

Mengajar Anak Usia Dini

Kegiatan PPKM atau disebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat merupakan bentuk Kebijakan pemerintah Indonesia dalam menangani Pandemi covid 19 sejak awal tahun 2021 yang telah diperbaharui istilah namanya yang dulu PSBB sekarang berganti PPKM.banyak hal terjadi saat pemberlakuan kegiatan PPKM. Dampak dari PPKM salah satunya di bidang pendidikan. Sekolah negeri atau swasta dari jenjang usia dini sampai perguruan tinggi tidak diberlakukan pembelajaran tatap muka. Bisa dikatakan pembelajaran dilakukan secara daring.

Kegiatan belajar mengajar sangat dibutuhkan oleh anak. Apalagi pembelajaran matematika yang harus diajarkan secara langsung supaya anak lebih mengerti. Dalam artikel sebelumnya, bahwasannya belajar atau proses pembelajaran bisa dilakukan diluar lingkup sekolah. Misal belajar bisa dilakukan di rumah dengan orang tua sebagai pengajar.

PAUD dan TK adalah jenjang pendidikan pada anak usia dini. Pada usia ini sering kali disebutkan dengan 'Usia Emas Anak'. Dimana anak dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan menjadi suatu hal yang penting. Meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan salah satunya dengan kegiatan mendidik anak, misalkan pendidikan langsung dari orang tua, mendaftarkan sekolah, dll.

Belajar matematika juga sangat berpengaruh untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Ada banyak cara dalam mengajarkan matematika pada anak usia dini dalam kondisi sekarang ini.

Berikut cara usia dini tetap belajar matematika :

  • Belajar dengan Orang tua atau wali siswa

Di masa PPKM sekolah diadakan secara daring atau online. Maka dari itu selaku wali siswa atau orang tua anak proses kegiatan belajar sementara untuk mendampingi kegiatan belajar disekolah. Anda bisa mendampingi belajar anak dari rumah. Membantu mengajarkan tugas, mengajar angka, bentuk, dan perhitungan.

  •  Bimbel Privat

Banyak bimbel privat sekarang ini disekitar kita. Jika tidak ada waktu untuk mendampingi anak saat belajar, Anda bisa mendaftarkan anak ke bilmbel privat. Bilmbel privat sekarang ini ada yang luring ataupun daring. Sebaiknya anda memilih bimbel privat yang secara daring atau langsung tatap muka, dengan syarat tetap memenuhi protokol kesehatan. Karena dalam mempelajari matematika akan lebih mudah dilakukan dengan secara langsung tatap muka anak kepada pengajar.

  • Menggunakan modul dan alat belajar

Banyak sekali modul dan alat belajar lainnya yang dapat digunakan seperti buku, alat tulis, dan alat untuk menghitung, tidak hanya itu saja benda benda disekitar anda bisa digunakan dalam kegiatan mengajar. Seperti memberikan buku dan alat tulis kepada anak untuk belajar. Selain itu anda bisa menggunakan  benda dilingkungan sekitar yang dapat digunakan sebagai media belajar, seperti benda - benda yang memiliki bentuk seperti pintu, jendela, bola, dan lainnya untuk mengenal bentuk-bentuk dalam matematika.

  • Belajar dengan video pembelajaran

Banyak sekarang ini video - video pembelajaran di platform internet yang beredar. Anda dapat menggunakan video pembelajaran tersebut untuk pembelajaran anak usia dini. Jangan membebaskan anak dalam mengakses video di internet. Tetap dengan pegawasan orang tau atau wali siswa saat pemutaran video pembelajaran dengan waktu secukupnya aja.

  • Belajar dengan aplikasi edukasi

Anda bisa menggunakan gedget atau android untuk pembelajaran dengan aplikasi edukasi. Sekarang ini banyak aplikasi edukasi, misalnya dalam platform android. Anda bisa mengunduhnya melalui play store atau google play. Penggunaan aplikasi pada anak usia dini sebaiknya tetap dalam pengawasan anda.

Anda bisa memilih cara mengajar matematika untuk usia dini yang sesuai dengan keadaan yang menurut anda bisa. Semoga dengan bentuk  dilakukannya PPKM ini kegiatan lainnya lekas membaik seperti semula.

Tetap selalu jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan.

Dan apabila dalam penulisan kalimat ada kekeliruan dalam kosakata dan ejaan saya mohon maaf. Semoga tulisan ini dapat membantu. Jika ada tambahan bisa langsung tulis di kolom komentar.

Salam,
Sekian dan terimakasih